Materi 6 (Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara)
Materi
6
Strategi
Pembelajaran Keterampilan Berbicara
A. Alternatif
Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara
Dick dan Caray ( dalam sabjaya, 2009:126 )
mendefinisikan strategi pembelajaran sebagai suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan
secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Perbedaan
strategi dan metode yaitu, strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk
mencapai sesuatu. Sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk
melaksanakan strategi. Berikut ini, alternatif strategi pembelajaran yang dapat
di terapkan guru:
1. Strategi
pembelajaran KSUPP (P)
Contoh penerapan strategi ini misalnya saja dalam
pembelajaran menceritakan pengalaman yang paling mengesankan. KSUPP (P) adalah
singkatan dari kisahkan, siapkan, ulangi,
pakai, dan pamerkan yang bersifat fakultatif pilihan.
2. Strategi
Pembelajaran Kuantum
Contoh aplikasi strategi pembelajaran kuantum adalah
dalam pembeajaran menyampaikan pengumuman. Diterapkan melalui metode diskusi
dan tanya jawab dengan teknik koreksi sesama teman. Metode, teknik, media dan
penilaian tersebut terangkai dalam unsur-unsur kerangka perancangan pengajaran
quantum teaching yang di gagas oleh Depanter dan Kolegannya. Unsur-unsur kerangka
tersebut adalah tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi.
3. Strategi
Pembelajaran Kooperatif berbantuan Objek Langsung
Bercerita merupakan sebuah bentuk keterampilan yang
dimiliki oleh siswa agar mereka dapat menyampaikan suatu kisah dengan baik dan
menarik perhatian lawan tuturnya. Media yang digunakan oleh guru dalam
pembelajaran bercerita melalui penerapan strategi pembelajaran kooperatif
berbantu objek langsung adalah video.
Prosedur pembelajaran kooperatif pada prinsipnya
terdiri atas empat tahap, yaitu : (1) Penjelasan mteri. (2) Belajar dalam
kelompok. (3) Penilain. (4) Pengakuan tim ( Sanjaya, 2009:248)
4. Strategi
Pembelajaran Heuristik
Contohnya dalam pembelajaran bercerita, Strategi ini diterapkan melalui
metode penugasan, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi dengan teknik
Storytelling berbantu media personal photograph ( foto pribadi ). Penggunan
metode penugasan dalam strategi ini dilakukan dengan teknik pemberian pekerjaan
rumah (PR) sebelum pembelajaran bercerita dengan alat peraga dilakukan dikelas.
Guru menugaskan siswa untuk memilih foto pribadi dan membuat narasi dari
foto-foto yang dipilih siswa.
B. Pembelajaran
Berbicara berbasis Masalah : Strategi dan Pendekatan sebagai Implementasi
Kurikulum 2013.
·
Strategi
pembelajaran adalah suatu cara atau metode yang dilakukan oleh pendidik (
guru/dosen ) terhadap peserta didik ( siswa ) dalam upaya terjadinya perubahan
pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pembelajaran berbicara perlu
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbicara yang melibatkan proses
mental dan fisik melalui interaksi antara peserta didik dengan peserta didik
lainnya, antara peserta didik dengan pendidik , dan antara peserta didik dengan
lingkungan belajar.
·
Pendekatan
saintifik pada implementasi standar proses pembelajaran pada kurikulum 2013
menekankan perubahan paradigma baru dalam pembelajaran, termasuk pembelajaran
bebicara.
·
Pembelajaran
berbasis masalah salah satu bentuk pendekatan saintifik yang merupakan
seperangkat model mengajar yang menggunakan masalah sebagai fokus untuk
mengembangkan keterampialn pemecahan masalah dan pengaturan diri.
C. Perencanaan
Pembelajaran Berbicara Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis masalah memiliki karakteristik
sebagai berikut: (1) Pembelajaran berfokus pada masalah. (2) Siswa memiliki
peran dan tanggung jawab memecahkan masalah. (3) Guru berperan sebagai
fasilitator yang mendukung saat siswa memecahkan masalah.
Adapun
strategi yang digunaam guru yaitu: (1) Penentuan tema yang menjadi topik
masalah yang akan dipecahkan. (2) Proses interaksi yang didesain dalam
memecahkan masalah yang akan di pecahkan. (3) Kemampuan guru mengawal interaksi
belajar.
Tahap-tahap proses pemecahan masalah: (1) Tahap
menyampaikan ide atau gagsan. (2) Tahap penyajian fakta yang diketahui. (3)
Tahap mempelajari masalah. (4) Tahap menyusun rencana tindakan. (5) Tahap
evaluasi.
D. Menentukan
Tujuan Belajar Berbicara Berbasis Masalah
Rumusan tujuan pendekatan pembelajaran berbasis
masalah dapat di sesuaikan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Implementasi setiap rumusan tujuan diarahkan secara utuh.
E. Mengidentifikasi
Masalah
Masalah yang disajikan perlu di identifikasi agar
memberikan dampak berupa motivasi yang tinggi untuk menyampaikan tanggapannya.
Menentukan masalah dapat dilakukan dengan bersandar pada pendapat Bruner
tentang pokok-pokok teori belajar : (1) Individu hanya belajar dan
mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya. (2) Melakukan
proses kognitif dalam proses penemuan. (3) Teknik melakukan penemuan adalah ia
memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan.
F. Menentukan
Materi Pembelajarn Berbicara
a. Materi
pembelajaran berbicara di sesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
b. Materi
pembelajaran berbicara disesuikan dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang diinginkan.
c. Materi
pembelajaran berbicara harus mampu merangsang peserta didik berfikir kreatif.
G. Pendekatan
saintifik dan strategi pembelajaran berbicara
Langkah-langkah pembelajaran berbiacra
berbasis masalah: (1) Tahap penyajian fakta yang diketahui. (2) Tahap
penyampaian ide atau gagasan. (3) Tahap mempelajari masalah. (4) Tahap menyusun
rencana tindakan. (5) Tahap evaluasi proses pemecahan masalah.
Komentar
Posting Komentar