Materi 3
Materi
3
“
Strategi Pembelajaran Menyimak “
A.
Pengertian Strategi
Pembelajaran Menyimak
Pertama, Nunan Berpendapat bahwa untuk
mengembangkan pendekatan yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama
penting dan perlu untuk mengerti dasar-mendengar. Dua tipe mendengarkan dapat
didefinisikan : proses the bottom-up dan proses the up-down. Proses the
bottom-up memegang bahwa mendengarkan adalah proses pengolahan data linear yang
masuk sebagai sumber informasi tentang suatu pesan. Sedangkan proses top-down
mengacu pada suatu proses yang menggambarkan pengetahuan latar ( back ground
knowledge ) dalam memahami maksud suatu pesan.
B. Menyimak
dalam Pengajaran Bahasa ( David Nunan )
1. Proses
Mendengar Dasar
Tanpa mendengar pada tingkat yang
benar pembelajaran yang mudah sekalipun tidak dimulai. Menyimak adalah pokok
dari pembicaraan.
2. Menyimak
dalam Praktik
Suatu dimensi yang berpusat pada
pelajar dikelas menyimak dalam satu atau dua cara. Pertama, tugas dapat
direncanakan dimana aksi kelas berpusat pada pelajar, bukan guru. Kedua, materi
mengajar mendasari pembelajaran dan aktif dalam pembelajaran.
C. Hasil
Pembelajaran Listening : John Field
a. Pre-Listening
Ø Kata
“ Kritis
Pre-teachi
kosa kata sekarang telah dihentikan. Mereka harus belajar untuk mengatasi
situasi dimana satu bagian yang kita dengan tidak familiar.
Ø Aktifitas
Pre-Listening
Menyangkut
kosa kata gagasan, me-review area grammar, atau mendiskusikan topik teks
listening.
b. Listening
Ø Jasa
intensif / ekstensif
Pada prinsip yang seragam, ujian
internasional biasa menetapkan bahwa rekording diputar dua kali.
Ø Pertanyaan
preset
Kita menyadari bahwa pelajar
mendengar dengan tidak fokus apabila pertanyaan tidak diatur sampai setelah
bahasan telah didengar.
Ø Tugas
listening
Yang lebih
efektif dari pada pertanyaan komprehensi tradisional adalah praktik yang
mutakhir dalam menyediakan tugas dimana pelajar melakukan sesuatu dengan
informasi yang telah mereka serap dari teks.
c. Post-Listening
Bagian
post-listening, satu dapat menanyakan para pelajar untuk menyimpulkan arti kata
baru dari konteks yang mereka munculkan sebagaimana mereka kerjakan dalam
membaca.
D. Menyimak
di Kehidupan Nyata
a. Penggunaan
alat pencipta waktu
Alat
tersebut di gunakan untuk menumbuhkan waktu bagi pembicara sehingga dia dapat
menyusun apa yang akan dikatakan selanjutnya pada pidato spontan.
b. Penggunaan
alat-alat fasilitas
Penggunaan
kata sela lain untuk menfasilitasi produksi pidato, contohnya disela dengan
kata : saya mengerti, itu maksud saya, kau tahu, maksud saya, sepertinya dan
jadi.
c. Penggunaan
alat kompensasi
Tidak
seperti teks tertulis, percakapan tidak dapat diterima selama interaksi normal.
d. Implikasi
Pedagogik
Pelajaran
perlu mengerti bahwa alat ini ada untuk menfasilitasi produksi pembicara dan
proses mendengar pidato, dan tidak menarik perhatian pendengar atau untuk untuk
menghargai pengertian.
Komentar
Posting Komentar